Jumat, 09 Desember 2011

ALL is WELL

Saya sedang galau tentang skripsi yang nggak kelar-kelar dan banyak hambatannya.. Sempet down waktu mau konsul aja susah.. Tapi yang terkasih bilang :: ALL IS WELL,, yes ... all is well.. Tuhan itu baik kok,, setia saja pada prosesnya :)

Rabu, 07 Desember 2011

Asaku bertumpu di bulan Maret

Maret, di bulan ketiga dalam kalender Gregorian inilah asaku tertambat. Pada sebuah penantian yang ku jalani dengan usaha berurai keringat dan air mata. Aku mulai merasa lelah dan bosan menghadapi rintangan yang bertubi-tubi menghadang. Namun tetap ku coba bangkit dan melawan goda. Semoga di bulan yang juga bertepatan dengan bulan lahirku itulah terbayar semua jerih lelahku selama ini.



Hwahahaaha,, jangan dianggap serius,, dua rius atau tiga rius.. Saya sedang dilanda kegalauan akut,, wkwk

** curhat penantian wisuda versi LEBAY,, :p
note : Just 4 laugh :D ,, 

Minggu, 04 Desember 2011

7 menit yang berharga


Alkisah suatu hari demi menuntaskan skripsi, saya berniat menghubungi salah satu narasumber untuk interview. Dibantu mb Kristin dari Percik akhirnya saya terhubung dengan beliau, seorang pejabat kepolisian yang notabene tidak saya kenal. Hari itu pagi pukul 10 saya mendapat sms yang isinya menyatakan bahwa beliau  kebetulan hari ini sedang ada acara teleconference di Polresta Solo dan saya diminta menemui disana jam 14.30. Giranglah hati saya mendengarnya,, hehee,, (tapi nggak pake acara loncat-loncat, cuma senyum-senyum aja). Langsung deh saya mandi dan bersiap-siap. Jam 14.00 saya tiba di Polresta eh lebih tepatnya di sebelah Polresta, tempat es buah dan es degan, ceritanya sambil menunggu jam kencan saya mau nunggu sambil ngadem minum es.  Tepat jam 14.30 saya masuk Polres, beliau sms dan saya di suruh ke ruang wakapolres, maka saya bertanya pada polisi dimana ruangan wakapolres sambil menceritakan tujuan kedatangan saya.  Saya diminta naik ke lantai atas. Sampai di lantai atas tepat di depan tulisan ruang wakapolres saya didatangi polwan dan singkat cerita saya disuruh turun ke bawah dan menunggu sampai di panggil. Usut punya usut ternyata acara teleconference molor. Alhasil waktu itu saya menunggu di lobi sampai jam 17.00. Menunggu seorang diri di tempat asing bisa dibayangkan bagaimana rasanya, hiburan saat itu hanya HP. Jadilah saya main angry bird sambil menunggu. Sampai akhirnya beliau sms saya bilang kalau menunggunya di best western saja karena beliau dan keluarganya menginap disana. Tadinya saya pikir mau pulang saja dulu, mandi dan makan karena tubuh sudah lengket dan perut sudah minta diisi,, eh ternyata beliau sms :: 15 menit lagi ditunggu disana. Akhirnya saya meluncur ke best western, dan sampai sana ... krik.. krik... hotelnya sepi... Dan setelah itu sms saya tdk dbls. Walau agak kecewa tp agak terhibur dengan desain hotelnya, banyak banget tempat yang asyik buat foto-foto,, pas giliran mau foto,, hp nya ngedrop,, haduuhh.... Saya masih setia nunggu,, sampai akhirnya sebel juga tdk diberi kabar,, waktu itu sempet sms agak tegas dan akhirnya dibales,, "saya sedang makan nasi liwet",, haduuuh,,, rasanya campur aduk,, capek iya,, bete iya,, laper apalagi... Saya sms lg tanya ke hotel jam brp dan tdk dbls akhirnya karena tidak ada konfimasi lagi,, istilahnya saya digantung,, nggak diterima nggak ditolak... Karena capek tubuh capek hati,, jam 21.00 saya putuskan menyerah, pulang ke rumah... Malemnya saya mengadu sm Tuhan,, saya saat itu begitu kecewa karena ekspektasi yang terlalu tinggi,, tapi setelah itu saya bisa memahami bahwa pastilah beliau ini orang penting dan banyak yang diurusi. Maklumlah pejabat. Malam itu saya tidur nyenyak dan paginya sekitar  pukul 09.00 hp saya berbunyi dan memunculkan nama beliau. Woow,, saya terkejut,, beliau meminta maaf karena kemarin teleconference yang molor membuat jadwalnya berantakan hingga tak bisa menemui saya dan menjanjikan esok harinya akan menyediakan waktu untuk wawancara jam 08.00.

Keesokan harinya saya berangkat dari rumah pagi-pagi benar, masih mengantuk sekali tapi apa boleh buat saya ada janji dengan pejabat jam 8 pagi pikir saya. Sampai disana jam 8 tepat dan disana sedang diadakan apel pagi. Lalu saya mlipir ke warung soto dan ngeteh dulu. Jam 8.30 apel selesai. Saya masuk, menemui provos dan diminta menunggu karena tamu beliau sudah banyak. Alhasil saya menunggu di provos sampai jam 9.45. Setelah itu beliau sms saya diminta masuk ke ruangan. Tapi sebelum masuk saya dicegah oleh asprinya katanya beliau ada tamu penting. Saya perlihatkan sms yang masuk ke hp saya lalu mereka mengecek nomornya dan ternyata terbukti benar saya sudah di sms disuruh masuk tapi mereka tidak berani memasukkan saya ke ruangan karena memang saat itu sedang banyak tamu, saya bisa dengar jelas suara perbincangan dan tawa mereka. Saya lalu sms menginformasikan kalo saya diluar dan diminta menunggu diluar. Lalu sekitar jam 10.30 ada orang keluar dari ruangan dan menyuruh saya masuk, ternyata dialah orang yang saya tunggu-tunggu sejak 2 hari lalu,, hahaha... Giranglah hati saya,, tapi ternyata harus ditahan dulu karena saya diterima masuk semetara disitu masih banyak tamu,, dan itu berarti interview belum bisa dimulai.. Jadilah saya, beliau, dan tamu-tamunya bercakap-cakap tentang pemerintahan, idealisme, dan harapan bagi bangsa. Memang nggak nyambung sama skripsi saya tapi pembicaraan saat itu cerdas. Saya tidak kecewa. Setelah tamu-tamu itu pulang dalam hati saya menjerit YES!! tapi ternyata ada tamu yang baru datang ke ruangan,, alhasil ngobrol lagi,, eh lebih tepatnya kalau yang ini mendengarkan obrolan. Disela-sela menerima tamu akhirnya saya mendapat kesempatan bertanya setelah beliau membuka percakapan tentang polmas, karena saya nggak berani donk nyela pembicaraan sebelumnya jadi ya nunggu... Dan saya mendapatkan waktu 7 menit untuk wawancara... Karena beliau sendiri yang mengakhirinya.. Tapi saya bersyukur untuk 7 menit yang berharga,, hahahaa

Jumat, 02 Desember 2011

Dilema Cinta


Ketika aku merasakan indahnya cinta
itulah hidup yang sempurna
Mencintai dan dicintai adalah kenyamanan
Aku merasakannya saat cinta ada dalam KITA

Waktu seakan berjalan tanpa terasa dalam perjalanan ini
Hingga suatu waktu kita tersadar bahwa rintangan yang sama tetap menghadang
Ketika semua dihadapkan pada persoalan cinta
Tak jarang KITA berkata “mungkin memang bukan jodoh”
kerapkali terbesit pikiran untuk mengakhiri pertalian cinta ini

Tapi benarkah ini pertanda kita memang tak jodoh?
Bagaimana kalo ternyata ini adalah bagian yang harus kita menangkan untuk akhir yang indah?

Benarkah bila aku mengira bahwa cinta ini memang untuk diperjuangankan?
Cinta yang harus sekuat batu karang ketika dihempas ombak dan tetap berdiri kokoh.
Cinta yang membutuhkan ketetapan hati, yang akan bertahan bukan menghindar
Atau apakah keyakinan ini hanya sebuah pembenaran yang lahir karena keegoisanku

Kadang aku merasa terlalu yakin bahwa kita yang akan memenangkan pertandingan ini
Tapi suatu waktu akupun merasa terlampau lelah untuk menahan kesakitan yang sama,
membuatku ragu melihat masa depan itu, memaksaku untuk hampir menyerah
Kalaupun kini perjalanan kita harus terhenti, untuk sejenak atau mungkin selamanya
Ini semua mungkin karena cinta memang membutuhkan pengorbanan,
meski ini semua mengorbankan perasaan kita, dan terasa begitu berat

Minggu, 30 Oktober 2011

My precious

Saya tahu dia sudah lama sekali, dari sejak ikut sekolah minggu di gereja mungkin, tapi dekat dengan dia belum lama. Sampai menginjak remaja, dari SMP, SMA  kami tak punya hubungan dekat, hanya teman biasa. Kami sering bersama tapi kebersamaan itu sebatas hanya sebagai teman gereja. Sampai suatu ketika satu peristiwa menimpa saya. Saat saya merasa "sendiri", terpuruk, dia hadir, dia menemani. Mulai saat itu kami jadi lebih dekat. Selain itu kami juga terlibat satu pelayanan di gereja.


Masih ingat jelas waktu itu jam 3.30 pagi hampir setiap minggu kami bertugas berangkat ke pasar legi untuk mengambil makanan dan dijual di bazar gereja untuk penggalangan dana. Seingat saya mungkin di moment-moment itu kali pertama saya merasakan perasaan yang berbeda. Ketika kami berboncengan motor, dia memegang tangan saya, dia bilang tangan saya dingin, lalu dia memasukkan ke saku jaketnya sekedar untuk menghangatkan. Mulai dari sana, hingga kini genap hampir 3 tahun kami bersama, lebih dari sahabat.


Menguntai kisah dengannya sebenarnya tak mudah, bukan hanya karena kami kini terpisah jarak. Tapi ada satu rintangan yang belum mampu kami atasi, kami hanya mampu menghindari, bahkan dari awal memulai kisah ini. 

Terlepas dari itu semua, banyak hal yang saya dapatkan dari hubungan kami.
"Bila gunung di depan kita tidak juga berpindah, Tuhan sendiri yang akan memegang tangan kita dan memberi kekuatan untuk mendakinya"


Dia sosok yang sederhana, mandiri, punya tujuan hidup, bertanggung jawab, sangat mengasihi keluarganya, sangat sabar, bahkan begitu sabar. Ketika saya marah, panik, dia mampu menenangkan.. Dia juga lelaki yang bersahabat dan hobi menolong. Banyak hal yang aku kagumi dari sosoknya. Nice guy :)



Foto ini diambil di Semarang waktu perayaan 2 tahuna


Senin, 24 Oktober 2011

Happy wedding



Sekitar 2 tahun lalu teman dekat saya sewaktu kecil tiba-tiba mengabari bahwa dia akan segera menikah, saya kaget, dalam pikiran saya waktu itu belum terlintas mengenai pernikahan. Setalah 2 tahun berlalu, makin banyak teman-teman saya yang sudah dan akan menikah, saya sadar,, oh ternyata umur saya sudah banyak juga ya,, hahaa... Tapi sebenarnya dalam hati yang terdalam saya masih terkaget-kaget juga lho dengan keputusan beberapa teman yang menikah sebelum lulus kuliah. Dalam pikiran saya menikah  memang belum dan tidak akan jadi prioritas selama paling tidak 3 tahun mendatang. Untungnya pacar saya juga berpikir seperti itu. Kami ingin membangun karier terlebih dahulu. Ya memang itu juga perlu dipikirkan karena menikah tak cukup bermodal cinta saja bukan?. Tapi kadang kalau datang ke acara pernikahan kok jadi pengen ya,, haha,, mungkin terlena dengan prosesinya mungkin lebih tepatnya. Melihat rona bahagia dari mempelai, suasana pernikahan yang romantis, hm... saya begitu menikmati perasaan yang sulit diungkapkan waktu hadir disana.  Kisah cintanya kian pasti, mereka telah melewati satu jenjang pertalian dengan komitmen yang lebih serius. Menempuh hidup baru sebagai pasangan suami istri, tak hanya sebagai individu lagi. 

HAPPY WEDDING :D


Senin, 16 Mei 2011

MY BESTIES

nindut, nanda, agnes
agnes, beta, ninda, nanda, me

me, nindut, agnes

inova, lena, me, wida, unik